Yep! Betul sekali. Film yang berjudul Hachiko
adalah film yang sangat sangat menyentuh, dimana Hachiko dengan setia menunggu
majikannya yang tidak akan pernah pulang selama kurang lebih 9 tahun. Hingga akhirnya ada seorang pematung yang yang
tersentuh dengan kisah tersebut dan membuat patung perunggu Hachiko yang diletakan didepan stasiun
Shibuya.
Meskipun film ini ditonton berulang-ulang, tetap saja bisa membuat
orang nangis gak karuan :’D
Hachiko
Monogatari merupakan film klasik jepang yang diproduksi pada
tahun 1987. Diangkat dari sebuah kisah nyata yang pernah terjadi pada tahun
1923 dimana seekor anjing Shiba Inu yang bernama Hachiko dengan setia bolak-balik ke stasiun mengantar dan menjemput
majikannya. Film dengan plot yang sederhana namun dapat menyentuh hati banyak
orang ini menjadi film yang layak untuk ditonton karena mengajarkan arti sebuah
kesetiaan dan loyalitas. Hachiko
Monogatari kemudian diremake oleh Hollywood
dan diangat lewat film yang berjudul Hachi
pada tahun 2009.
The Real Hachiko
Hachiko lahir 10
November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Oshinai-go,
pemilik pertamanya adalah keluarga Giichi Saito dari kota Odate, Akita. Lewat
seorang perantara, Hachi diantar kemudian diadopsi oleh keluarga Ueno yang ingin
memelihara anjing yang berjenis Akita Ken. Ia dimasukan ke dalam anyaman jerami
bekas tempat beras dan menempuh perjalanan sekitar 20 jam untuk tiba di Tokyo.
Hachi menjadi peliharaan professor Hidesaburo Ueno yang mengajar ilmu pertanian
di Universitas Tokyo. Setiap hari Hachi selau mengantar-jemput majikannya
hingga muka pintu stasiun Shibuya.
Pada 21 Mei 1925,
professor Ueno mendadak meninggal dunia karena serangan jantung. Hachi terus
menanti majikan yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari.
Janda professor Ueno, Yae menitipkan
Hachi pada kerabatnya di Nohonbashi, kemudian di rumah kerabat di Asakusa, lalu
dipindahkan lagi ke rumah putri angkat suaminya di Setayaga. Musim gugur 1927,
Hachi dititipkan dirumah Kiku (Kikusaburo Kobayashi, tukang kebun keluarga
Ueno) di kawasan Tomigaya yang dekat dengan stasiun Shibuya. Setiap harinya,
sekitar jam kepulangan professor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan
majikannya di stasiun Shibuya. Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di
stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saito dari asosiasi pelestarian anjing
Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun,
saito menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkan ke harian
Tokyo Asahi Shimbun. Masyarakat Jepang akhirnya mengetahui kesetiaan Hachi.
Setelah Hachi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang sekitar
stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran ko (sayang)
ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachiko. Seorang
pematung bernama Teru Ando yang tersentuh dengan kisah tersebut membuat paturng
Hachiko dan diletakan didepan stasiun dengan peresmian pada April 1934. Tanggal
8 Maret 1935 pagi, Hachiko yang berumur 13 tahun, ditemukan tidak bernyawa di
jalan dekat jembatan Inari, Sungai Shibuya. Berdasarkan otopsi diketahui
penyebab kematiannnya adalah filariasis.
Upacara perpisahan
Hachiko dihadiri banyak orang, termasuk janda almarhum professor Ueno, pasangan
suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myoyu-ji
diundang untuk membacakan sutra. Hachiko dimakamkan disamping makam profesor
Ueno di pemakaman Aoyama.
Di atas adalah sebuah cerita pendek tentang kisah
nyata Hachiko. Benar-benar mengharukan. Jadi ingat dulu pernah nonton bareng
temen-temen. Eh waktu filmnya selesai, semua mata kami merah gara-gara nangis
nonton film ini.dan mencoba-coba nonton lagi, dan pasti sudah taulah hasilnya
gimana~
Dan sedikt info lagi Hachiko ini adalah anjing asal
jepang berjenis Shiba inu, yang sudah ada sejak jaman jepang kuno dan menjadi
salah satu ras favorit di Jepang. Shiba Inu memiliki sifat yang periang, aktif,
waspada terhadap orang asing, dan sangat setia pada majikannya. Kebanyakan
orang memelihara anjing ini sabagai anjing penjaga.


0 komentar:
Posting Komentar