Jumat, 04 Oktober 2013

Hachiko Monogatari



Hachiko, pasti yang pertama kali terlintas dalam pikiran kita adalah nama dari sebuah film klasik jepang yang menceritakan kesetian seekor anjing shiba inu yang selalu menunggu majikannya.
Yep! Betul sekali. Film yang berjudul  Hachiko adalah film yang sangat sangat menyentuh, dimana Hachiko dengan setia menunggu majikannya yang tidak akan pernah pulang selama kurang lebih 9 tahun.  Hingga akhirnya ada seorang pematung yang yang tersentuh dengan kisah tersebut dan membuat patung perunggu Hachiko yang diletakan didepan stasiun Shibuya. 

Meskipun film ini ditonton berulang-ulang, tetap saja bisa membuat orang nangis gak karuan :’D
Hachiko Monogatari merupakan film klasik jepang yang diproduksi pada tahun 1987. Diangkat dari sebuah kisah nyata yang pernah terjadi pada tahun 1923 dimana seekor anjing Shiba Inu yang bernama Hachiko dengan setia bolak-balik ke stasiun mengantar dan menjemput majikannya. Film dengan plot yang sederhana namun dapat menyentuh hati banyak orang ini menjadi film yang layak untuk ditonton karena mengajarkan arti sebuah kesetiaan dan loyalitas. Hachiko Monogatari kemudian diremake oleh Hollywood  dan diangat lewat film yang berjudul Hachi pada tahun 2009.


The  Real Hachiko
Hachiko lahir 10 November 1923 dari induk bernama Goma-go dan anjing jantan bernama Oshinai-go, pemilik pertamanya adalah keluarga Giichi Saito dari kota Odate, Akita. Lewat seorang perantara, Hachi diantar kemudian diadopsi oleh keluarga Ueno yang ingin memelihara anjing yang berjenis Akita Ken. Ia dimasukan ke dalam anyaman jerami bekas tempat beras dan menempuh perjalanan sekitar 20 jam untuk tiba di Tokyo. Hachi menjadi peliharaan professor Hidesaburo Ueno yang mengajar ilmu pertanian di Universitas Tokyo. Setiap hari Hachi selau mengantar-jemput majikannya hingga muka pintu stasiun Shibuya.
Pada 21 Mei 1925, professor Ueno mendadak meninggal dunia karena serangan jantung. Hachi terus menanti majikan yang tak kunjung pulang, dan tidak mau makan selama 3 hari. Janda professor  Ueno, Yae menitipkan Hachi pada kerabatnya di Nohonbashi, kemudian di rumah kerabat di Asakusa, lalu dipindahkan lagi ke rumah putri angkat suaminya di Setayaga. Musim gugur 1927, Hachi dititipkan dirumah Kiku (Kikusaburo Kobayashi, tukang kebun keluarga Ueno) di kawasan Tomigaya yang dekat dengan stasiun Shibuya. Setiap harinya, sekitar jam kepulangan professor Ueno, Hachi terlihat menunggu kepulangan majikannya di stasiun Shibuya. Pada tahun 1932, kisah Hachi menunggu majikan di stasiun mengundang perhatian Hirokichi Saito dari asosiasi pelestarian anjing Jepang. Prihatin atas perlakuan kasar yang sering dialami Hachi di stasiun, saito menulis kisah sedih tentang Hachi. Artikel tersebut dikirimkan ke harian Tokyo Asahi Shimbun. Masyarakat Jepang akhirnya mengetahui kesetiaan Hachi. Setelah Hachi terkenal, pegawai stasiun, pedagang, dan orang-orang sekitar stasiun Shibuya mulai menyayanginya. Sejak itu pula, akhiran ko (sayang) ditambahkan di belakang nama Hachi, dan orang memanggilnya Hachiko. Seorang pematung bernama Teru Ando yang tersentuh dengan kisah tersebut membuat paturng Hachiko dan diletakan didepan stasiun dengan peresmian pada April 1934. Tanggal 8 Maret 1935 pagi, Hachiko yang berumur 13 tahun, ditemukan tidak bernyawa di jalan dekat jembatan Inari, Sungai Shibuya. Berdasarkan otopsi diketahui penyebab kematiannnya adalah filariasis.
Upacara perpisahan Hachiko dihadiri banyak orang, termasuk janda almarhum professor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk setempat. Biksu dari Myoyu-ji diundang untuk membacakan sutra. Hachiko dimakamkan disamping makam profesor Ueno di pemakaman Aoyama.



Di atas adalah sebuah cerita pendek tentang kisah nyata Hachiko. Benar-benar mengharukan. Jadi ingat dulu pernah nonton bareng temen-temen. Eh waktu filmnya selesai, semua mata kami merah gara-gara nangis nonton film ini.dan mencoba-coba nonton lagi, dan pasti sudah taulah hasilnya gimana~
Dan sedikt info lagi Hachiko ini adalah anjing asal jepang berjenis Shiba inu, yang sudah ada sejak jaman jepang kuno dan menjadi salah satu ras favorit di Jepang. Shiba Inu memiliki sifat yang periang, aktif, waspada terhadap orang asing, dan sangat setia pada majikannya. Kebanyakan orang memelihara anjing ini sabagai anjing penjaga.




0 komentar:

Posting Komentar